Tampilkan postingan dengan label MIZAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIZAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

EXPO BUKU DISKON UP TO 50% DAN SPESIAL PRICE 1-30 APRIL 2016 (MIZANONLY)



Hallo!!! 

Vito bekerjasama dengan Mizan Media Utama menggelar expo buku yang berlangsung pada 1-30 April 2016. Dalam kesempatan ini kamu bisa pesan buku apapun, untuk yang ada dalam list ada diskon-diskon tertentu atau harga spesial. Diskonnya up to 50% dan harga spesialnya bahkan hingga Rp. 1000 per eksemplar, lho. 

Yang nggak kalah heboh adalah, nama-nama pelanggan nantinya akan diikutsertakan dalam undian dengan hadiah-hadiah yang telah disediakan.



 Ada ribuan buku yang menanti untuk kamu adopsi, download aja daftarnya di sini:


 atau



Caranya gimana?

Seperti biasa, belanja di Vito nggak pernah ribet! 
Kamu cukup kirim WA / SMS 085721490923 / BBM 7CCBE868


dengan format:

NAMA_ALAMAT LENGKAP_NO TELP_JUDUL BUKU/KODE BUKU_JUMLAH YANG DIPESAN

So, kamu nggak perlu kena alasan internet lemot or else. Inilah waktunya untuk kamu melengkapi koleksi perpustakaan, atau untuk stok hadiah, atau untuk stok bacaan supaya target membacamu tahun ini terpenuhi.


 HAPPY SHOPING then HAPPY READING!

Jangan lewatkan juga Pre Order Guantanamo Diary dan Muhammad #4 Generasi Penggema Hujan.

Rabu, 30 Maret 2016

MUHAMMAD 4: GENERASI PENGGEMA HUJAN





Penulis: Tasaro GK
Judul buku : Muhammad: Generasi Penggema Hujan
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 978-602-291-127-2
Harga: Rp. 128.000,-



 Dalam perjalanannya mencari jejak Elyas, Vakhshur mendapati dirinya terjebak di tengah-tengah kemelut kekhalifahan kaum Muslimin. Sejak ‘Umar wafat, umat Islam seakan terbelah menjadi dua, pendukung ‘Utsman bin Affan dan pendukung Ali bin Abi Thalib. ‘Utsman, sebagai khalifah terpilih, menyadari bibit-bibit perpecahan mulai tumbuh. Dan, demi mencegah kobaran api konflik, ‘Utsman dan Ali berusaha untuk menyatukan dan mendamaikan kembali hati umat Islam.

Sementara itu, perjalanan Vakhshur berlanjut kendati yang dia temukan lagi-lagi hanya jalan buntu. “Jejak Tuan Elyas telah lenyap ....” kata Vakhshur putus asa. Namun, di sebuah desa pinggir sungai Nil, Vakhshur akhirnya mendapati kembali jalan menuju Elyas lewat seorang biarawati bernama Maria. Dari sang biarawati pula, Vakhshur mengetahui fakta mengejutkan perihal Elyas dan Kashva, sekaligus menguak tabir tentang apa yang tengah dicari keduanya.

“Maria, jadi maksudmu ... Tuan Elyas kemungkinan sedang belajar Islam?”

“Itu jawaban yang aku cari selama belasan tahun ini.”

Islam, agama yang dibawa oleh seorang nabi bernama Muhammad. Itulah keping petunjuk terakhir bagi Vakhshur untuk menemukan Elyas. Lalu, bagaimana akhir pencarian Kashva dan Elyas? Di saat tunas-tunas fitnah tengah bersemi di tubuh Islam, adakah hujan karunia yang menunggu di ujung jawaban? Inilah babak akhir dari perjalanan Kashva mencari kebenaran agama sang Nabi yang terus digemakan oleh para pengikutnya.

GUANTANAMO DIARY



 

Judul Buku : GUANTANAMO DIARY

Penulis: Mohamedou Ould Slahi
Penerbit: Noura Books
ISBN: 978-602-385-065-5
Harga: Rp94.000,-

Mohamedou Ould Slahi tak pernah menyangka, bahkan tidak dalam mimpi terburuknya, bahwa sore itu ialah kali terakhir dia menjejakkan kaki sebagai manusia bebas. Dia datang ke markas kepolisian Mauritania dengan niat baik: memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan. Namun, dia malah ditahan tanpa tuduhan yang jelas. Dia juga harus menjalani rangkaian interogasi, pemerasan informasi, dan penyiksaan. Dia dilarang shalat dan puasa, bahkan dipaksa melakukan hal-hal yang diharamkan ajaran Islam.

Lama ibu Slahi mengira anaknya ditahan di Mauritania. Keluarga­nya mengirimkan pakaian dan makanan, bahkan memberi uang kepada penjaga penjara untuk perawatannya. Hingga suatu hari, adik Slahi mengetahui nama sang kakak ada dalam daftar  tahanan di Guantánamo—sebuah penjara kebal hukum yang didirikan murni karena paranoia Amerika Serikat terhadap terorisme. Kini, sudah lebih dari empat belas tahun Slahi ditahan tanpa diadili. Bahkan ibunya pun meninggal dalam kesedihan menunggu pem­bebasannya.